29 January 2009

Mengurangi Risiko Barotrauma

"Dear dr Ady, saya sering mengalami rasa nyeri dan penuh pada telinga saat naik pesawat, itu kenapa ya?"

Anatomi Telinga
Pertanyaan tersebut terkait dengan perubahan tekanan yang terjadi saat naik pesawat udara. Ulasan singkat berikut akan membahas apa itu barotrauma dan beberapa tips untuk mengurangi risikonya.
Barotrauma didefinisikan sebagai trauma atau kerusakan yang terjadi akibat perubahan tekanan. Ketika kita mendaki ke tempat yang lebih tinggi, tubuh kita terpapar oleh tekanan eksternal yang berkurang. Sedangkan tekanan di dalam rongga-rongga tubuh masih sama dengan tekanan saat masih berada di darat. Sebagai akibatnya gas-gas di dalam rongga tubuh mulai mengembang mengikuti hukum Boyle ("jika suhu konstan, volume sebuah gas adalah berbanding terbalik dengan tekanannya").

Tubuh manusia mengandung gas dan udara dalam jumlah yang signifikan. Beberapa diantaranya larut dalam cairan tubuh. Udara sebagai gas bebas juga terdapat di dalam saluran pencernaan, telinga tengah, dan rongga sinus, yang volumenya akan bertambah dengan bertambahnya ketinggian.
Ekspansi gas yang terperangkap di dalam sinus bisa menyebabkan sakit kepala, ekspansi gas yang terperangkap dalam telinga tengah bisa menyebabkan nyeri telinga, dan perasaan kembung atau penuh pada perut jika ekspansi terjadi pada gas di saluran pencernaan. Ekspansi gas yang terperangkap dalam usus halus bisa menyebabkan nyeri yang cukup hebat hingga terkadang bisa menyebabkan tidak sadarkan diri. Pada ketinggian 8000 kaki gas-gas yang terperangkap dalam rongga tubuh volumenya bertambah 20% dari volume saat di darat. Semakin cepat kecepatan pendakian maka semakin besar risiko mengalami ketidaknyamanan atau nyeri.

Hal sebaliknya juga terjadi saat penurunan, perubahan tekanan dan kegagalan dalam pertukaran tekanan atau upaya menyeimbangkan tekanan antara rongga-rongga dalam tubuh terutama rongga-rongga sinus dan tekanan udara diluar, dapat menyebabkan nyeri disekitar sinus yang terkena. Ini lebih sering dilaporkan terjadi pada mereka yang mengalami gangguan kesehatan yang menyebabkan adanya penebalan pada mukosa sinus dan juga pada perokok.

Penting untuk diingat juga bahwa gas bisa terperangkap di dalam gigi yang baru selesai ditambal. Hal ini bisa menyebabkan apa yang disebut dengan aerodontalgia dimana nyeri bisa mencapai tingkatan yang mengurangi kemampuan pilot dalam menavigasi pesawat.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi risiko terjadinya barotrauma:
  • Jangan melakukan penerbangan jika menderita batuk pilek atau gangguan pada saluran pernafasan atas
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang menghasilkan gas
  • Hindar makan terlalu cepat atau makan terlalu banyak karena kemungkinan menelan udara lebih banyak
  • Jangan melakukan penerbangan dalam 24 jam setelah pengobatan atau penambalan gigi
  • Hindari minum dalam jumlah banyak minuman bersoda atau bergas.

 Semoga bermanfaat!

4 comments:

  1. Haha..
    Kalo lagi flu trus ada jadwal flight susah juga atuh dok yah. Hehe.
    Kan susah tuh menghindari ISPA.

    ReplyDelete
  2. Hehe kan kalu bisa... kalu ngga paling pake dekongestan lokal juga boleh..

    ReplyDelete
  3. wah saya pernah flu pas naik pesawat, tersiksa bgt. mulai dari telinga menjalar ke kepala dan kaki juga ikutan dingin. maunya ditidurin aja malah jadi pusing. akhirnya melek terus dengan mual yang ga karuan :(

    ReplyDelete
  4. @Kadek Doi: minum dekongestan atau pakai dekongestan lokal, supaya lebih nyaman kalau naik pesawat saat flu...

    ReplyDelete

Follow this blog!